Jumat, 10 Mei 2013

konseling agama

. Pengertian dan Tujuan
Menurut H.M Arifin ( 1982:2 ) dalam bukunya “ Bimbingan dan Konseling “ beliau menyatakan bahwa pengertian Konseling Agama adalah: Usaha pemberian bantuan kepada seseorang yang mengalami kesulitan baik lahiriah maupun batiniah yang menyangkut kehidupannya di masa kini dan di masa mendatang. Bantuan tersebut berupa pertolongan di bidang mental dan spiritual, agar orang yang bersangkutan mampu mengatasinya dengan kemampuan yang ada pada dirinya sendiri maupun dorongan dari kekuatan iman dan takwa kepada Tuhan.

Adapun pengertian Konseling agama lebih spesipik lagi yaitu pengertian konseling agama Islam ialah proses pemberian bantuan kepada individu agar menyadari / menyadari kembali eksistensinya sebagai makhluk Allah yang seharusnya dalam kehidupan keagamaannya senantiasa selaras dengan ketentuan dan petunjuk Allah, sehingga dapat mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Pada konseling ini penekanannya pada upaya kuratif atau pemecahan masalah yang dihadapi seseorang, secara Islami berarti konseling agama Islam membantu individu menyadari kembali ke beradaan atau eksistensinya sebagai makhluk Allah, sebagai ciptaan Allah yang diciptakan-Nya sesuai dengan petunjuk-Nya.

Menyadari eksistensinya sebagai makhluk Allah berarti menyadari bahwa dalam dirinya Allah telah menyertakan fitrah untuk beragama Islam dan menjalankan dengan sebaik-baiknya sehingga dapat mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
Pendidikan Nasional, berdasarkan Pancasila dan bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, meningkatkan Kualitas manusia Indonesia, meningkatkan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, kecerdasan, keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian, dan mempertebal semangat kebangsaan agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggungjawab atas pembangunan bangsa yang mana semua ini merupakan suatu strategi pembangunan manusia Indonesia seutuhnya.

Dengan berpedoman atas garis-garis besar Program Pengajaran yang telah ditetapkan oleh Pemerintah, baik oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tahun 1975 maupun oleh Menteri Agama RI tahun 1976. Pendidikan-pendidikan di sekolah menghendaki terwujudnya manusia baru sesuai dengan falsafah Pancasila yaitu manusia yang dapat hidup dalam pola keseimbangan, keserasian dan keselarasan hubungan-hubungan antara :
  1. Pribadi dengan Tuhannya
  2. Pribadi dengan Masyarakat
  3. Pribadi dengan alam sekitar
  4. Pribadi dengan dirinya sendiri
Manusia baru Indonesia yang kita kehendaki adalah manusia yang serba utuh lahir dan batinnya, dalam hidup duniawi dan ukhrowinya yang mampu membangun diri dan masyarakatnya dan negaranya dengan bekal ilmu dan keterampilan yang dijiwai oleh nilai-nilai agamanya. Untuk mewujudkan manusia yang demikian itu, tidaklah cukup hanya ditangani melalui pendidikan formal dan nonformal semata-mata, melainkan perlu pula ditunjang dengan program lainnya secara menyeluruh seperti program bimbingan dan konseling umum dan Agama dan sebagainya. Melalui peningkatan pelaksanaan program bimbingan dan konseling Agama, program pendidikan atau pengajaran di sekolah dan luar sekolah akan lebih lan cara pelaksanaannya. Adapun tujuan dan fungsi dari Konseling Agama diantaranya :
  1. Untuk mengungkapkan kemampuan dasar mental-spiritual dan agama dalam pribadi anak agar diaktualisasikan dan difungsionalkan menjadi tenaga pendorong (motivator) bagi peningkatan proses kegiatan belajar mengajar anak didik.
  2. Berusaha meletakkan kemampuan mental-spiritual tersebut sebagai benteng pribadi anak didik dalam menghadapi tantangan dan rongrongan dari luar dirinya, baik yang berbentuk mental maupun yang berbentuk material.
  3. Berusaha menanamkan sikap dan orientasi kepada hubungan dalam empat arah yaitu dengan Tuhannya, dengan masyarakatnya, dengan alam sekitarnya dan dengan dirinya sendiri sehingga menjadi pola hidup yang bersendikan nilai-nilai agamanya.
  4. Berusaha mencerahkan kehidupan batin sehingga segala kesulitan yang dihadapi, akan mudah diatasi dengan kemampuan mental rohaniahnya.
A. Sekilas Pandang Hakikat dan Tujuan manusia 
Islam memandang manusia sebagai satu kesatuan yang terdiri dari ruh, jasad dan akal yang saling terikat dan tidak mungkin dipisahkan menjadi beberapa bagian. Manusia bukanlah ruh tanpa jasad, bukan hanya makhluk yang hanya terdiri dari jasad tanpa akal, atau hanya terdiri dari jasad tanpa ruh.Sisi-sisi tersebut merupakan kesatuan yang saling berkaitan, baik dari fisik maupun psikisnya. Agama Nasrani, Budha, dan Hindu melihat manusia hanya dari sisi ruh dan mengabaikan sisi yang lainnya, melihat setiap ynag bersifat ruhiyah adalah benar, harus diperhatikan dan di dukung keberadaannya, dan semua yang bersifat materi adalah kotor. Padahal mereka pasti memerlukan materi yang mereka beri cap jelek, hina, dan harus dijauhi. Hal tersebut menyebabkan dampak negative yang destruktif, yang mewariskan kejahatan dan kehancuran dari sisi materi serta mengalami keterbelakangan dalam kehidupan.
Islam adalah konsep yang menggabungkan antara sisi materi dan sisi ruhiyah manusia, jauh dari penyelewengan seperti halnya konsep-konsep yang lain. Islam menyakini sisi materi manusia, karena manusia tercipta dari segenggam tanah, sebagaimana firman Alloh S.W.T, “ Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, ‘ Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah’.” ( Qs. Shaad(38):71). Di samping Islam mengakui sisi ini, Islam juga memenuhi kebutuhannya ( seperti makan, minum, pakaian, tempat tinggal, dan segala kebutuhan jasad lainnya ) dengan jelas dan pasti. Islam mempunya pandangan seperti ini agar manusia mampu mengemban tugas yang Alloh S.W.T bebankan kepadanya, yaitu khilafah dan memakmurkan dunia ini, sebagaimana firman Alloh S.W.T,:” Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (Qs. Al-Baqarah : 30).
Manusia diciptakan dengan diberi perangkat akal, dan ini adalah sebab utama Alloh SWT membebaninya dengan tugas berat ini yaitu sebagai khalifah di muka bumi ini. Selain kedua hal tadi, Islam juga menyakini bahwa manusia mempunyai sisi ruhiyah yang di tandai dengan ditiupkannnya ruh kedalam tubuh manusia, seperti yang difirmankan Alloh SWT, “Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud .” (Qs. Al-Hijr :29). Sisi itulah yang merupakan letak kemuliaan manusia, yaitun suatu dimensi dimana manusia melampaui derajat yang paling sempurna dari sisi moral kemanusiaan. Sisi inilah yang membedakan setiap gerakan jasad manusia dengan hewan, karena Alloh SWT juga menciptakan hewan dengan perangkat ini, walaupun berbeda cara pemenuhannya.Islam tidak mengesampingkan sisi yang terpenting manusia sebagai individu, sisi itu ialah kantung nilai moral dan akhlak yang bertugas mengendalikan setiap gerakan jasad manusia agar tidak menyeleweng dari aturan. Seandainya kebutuhan-kebutuhan itu tidak dipenuhi dengan benar , maka keseimbangan mahkluk manusia akan guncang sehingga akhirnya berjalan dengan pincang dan jatuh tersungkur. Oleh karena itu, Islam mengakui sisi tersebut dan dan memenuhi kebutuhan asasinya yaitu akidah, ibadah, dan nilai-nilai akhlak yang mulia.
Mekanisme ini merupakan upaya untuk menciptakan kebahagiaania manusia yang hakiki dalam mencapai tujuan dalam alam wujud ini, yaitu hanya beribadah kepada Alloh SWT. Alloh SWT berfirman :” Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (Qs. Adz-Dzaariyat:56). Jika tujuan hidup kita pada umumnya hanya untuk beribadah kepada Alloh SWT, maka makna ibadah harus ditinjau dari semua aspek. Ia merupakan panduan yang mencakup semua aspek. Ia merupakan panduan yang mencakup semua sisi kehidupan, hingga aktivitas kita seremeh apapun bernilai ibadah yang harus kita perhatikan dan kita niatkan hanya untuk beribadah karena Alloh SWT.
B. Perilaku Bermasalah Manusia
Dalam pandangan agama, manusia dikatakan mempunyai perilaku yang bermasalah tatkala manusia melakukan sebuah aktivitas yang bertentangan atau tidak sesuai dengan nilai-nilai agama tersebut yang telah menjadi pegangan hidup. Manusia memberi sifat pada suatu aktifitas dengan baik dan buruk berdasarkan manfaat atau bahaya yang menimpanya sebagai akibat dari perbuatannya adalah sifat yang tidak benar dan tidak tetap, karena sifat itu datang dari manusia. Sedangkan manusia itu tempat perbedaan, perselisihan, pertentangan dan terpengaruh oleh lingkungan.

 Akal manusia yang tidak mampu berbagai akibat sebelum terjadinya akibat-akibat itu. Maka sifat hakiki bagi aktivitas bahwasanya pekerjaan itu baik atau buruk itu tidak datang dari manusia dan tidak pula datang dari pekerjaan itu sendiri. Membunuh adalah satu pekerjaan, kalau dilakukan seorang muslim bisa kmenjadi baik apabila pembunuhan itu membunuh orang yang memerangi, dan bisa menjadi buruk apabila membunuh penduduk warga Negara atau membunuh kafir Mu’ahad. Maka menyifati pekerjaan dengan baik dan burukitu tidak datang dari zat pekerjaan itu dan tidak pula datang dari manusia. Sifat itu hanya datang dari faktor-faktor di luar manusia, dan faktor-faktor ini bersandar pada sudut pandang tentang kehidupan. Yaitu akidah atau keyakinan yang dipeluk oleh manusia, dan pemikiran-pemikiran juga sistem-sistem yang memancar dari akidah.
Sedangkan menurut agama Islam perilaku bermasalah manusia mempunyai standar yang rinci untuk sesuatu yang baik dan buruk. Aktivitas apabila terdiri dari sesuatu yang diridhai Alloh, yaitu dengan menta’ati perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangan-Nya, maka aktivitas itu baik. Dan apabila aktivitas iti dari hal yang dimurkai Alloh, yaitu karena menyalahi perintah-perintah-Nya serta melaksanakan larangan-larangan-Nya, maka aktivitas tersebut dianggap buruk atau bermasalah. Jadi, baik-menurut orang muslim- adalah sesuatu yang diridhai Alloh. Sedangkan buruk adalah sesuatu yang dimurkai Alloh SWT. Shalat, jihad dan mengemban dakwah adalah baik karena diridhoi Alloh, sedangkan riba, zina adalah buruk karena dimurkai Alloh tanpa memandang manfaat atau bahaya yang menimpa manusia dalam kehidupan dunia sebagai akibat dari perbuatannya. Kemudian kehidupan akhirat, yaitu tempat kenikmatan yang abadi di syurga, atau adzab yang sangat menyakitkan di neraka, sebagai balasan dari apa yang telah dikerjakan manusia dari perbuatan baik atau buruk. Alloh SWT berfirman :” Maka siapa saja yang mengerjakan kebajikan seberat dzarrah-pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan siapa saja yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah-pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” ( Qs. Al-Zalzalah:7-8).
Bagi pembimbing dan konselor agama, sasaran psikologis yang perlu dipahami ialah perkembangan kemampuan beragama anak bombing sesuai dengan tingkat-tingkat atau periode-periodenya secara individual. Dari segi preventif, bimbingan dan konseling agama harus dapat menghindarkan anak bombing dari segala bentuk gangguan atau hambatan dalam proses pembinaan hidup beragama, misalnya sering timbulnya sikap keragu-raguan dalam jiwa anak bombing terutama pada periode menginjak masa puberitas, karena akibat perkembangan kecerdasan pikiran sehungga bersikap kritisasional dalam menerima dogmatika agama yang dianggap kurang kontekstual dengan kenyataan hidup masyarakat dan ilmu pengetahuan modern yang canggih saat ini, dan yang akan datang. Juga keragu-raguan timbul karena kekecewaan (frustasi) akibat usaha atau harapan tidak terpenuhi, seperti dalam agama diajarkan bahwa barangsiapa berdoa sungguh-sungguh, pasti akan di kabulkan. Sedang kenyataannya dia gagal dalam ujian, padahal telah berkali-kali berdo’a dengan khusyu’ dan sepenuh hati sebelumnya.
Keragu-raguan karena melihat kenyataan hidup dalam masyarakat yang bertentangan dengan nialai-nilai agama yang diajarkan di sekolah, seperti, adanya kenyataan orang yang tekun beribadah justru banyak yang miskin, sedang orang lain banyak dilimpahi rizki oleh Tuhan, timbulnya pelanggaran susila dalam pergaulan masyarakat atau sadism atau kemunafikan dikalangan umat beragama tertentu dan sebagainya. Perasaan stress (tertekan), kecemasab dan keresahan batin, karena pengaruh faktor dari dalam (internal) dan dari luar (eksternal) sering menimbulkan tindakan-tindakan remaja nakal yang beraneka macamnya sampai pelanggaran susila, sadism dan kejahatan lainnya. Harus dikaji sumber penyebabnya, apakah karena pengaruh keretakan keluarganya, atau karena pergaulan, ataukah Karen afaktor-faktor lainnya. Oleh karena itu, tugas pembimbing dan konseling agama mempunyia sasaran luas seiring dengan tuntutan kebutuhan perkembangan hidup anak bombing itu sendiri akibat dampak-dampak kemajuan kebudayaan dan ilmu atau teknologi modern. Semakin manusia modern maka semakin kompleks (ruwet) jiwanya, dan semakin meningkat tuntutan hidupnya, tetapi semakin kurang peka kepada sentuhan agama.
C. Metode Konseling Agama
Dalam proses kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling pada umumnya, bimbingan dan konseling agama pada khususnya di sekolah, salah satu komponen yang penting adalah metode yang perlu diterapkan. Efektivitas suatu metode ditentukan oleh sikap dan pendekatan pembimbing atau Konselor terhadap sasaran terbimbing ( anak bombing ), di samping jenis atau bentuk dari metode itu sendiri, sejauh mana kesesuaiannya atau ketetapannya terhadap saasaran yang digarap. Metode bimbingan dan konseling agama berfungsi sebagai penunjang kelancaran program pendidikan di sekolah yang pelaksanaannya berdasarkan atas pendekatan individual atau kelompok.
Ada beberapa metode yang lazim dipakai dalam bimbingan dan konseling agama dimana sasarannya adalah mereka yang berada didalam kesulitan mental-spiritual disebabkan oleh faktor-faktor kejiwaan dari dalam dirinya sendiri, seperti tekanan batin (depresi mental), gangguan perasaan (emotional disturbance), tidak mampu mengadakan konsentrasi pikiran, dan gangguan batin lainnya yang memerlukan pertolongan. Dan juga disebabkan oleh faktor-faktor dari luar dirinya, seperti pengaruh dari lingkungan hidup yang menggoncangkan perasaan (misalnya, orang yang dicintai telah meninggalkan dirinya), pekerjaan rumah yang berat sehingga menghambat proses belajar mengajar di sekolah, dan lain-lain penyebab yang banyak menimbulkan hambatan batin anak bimbing.
Untuk mengungkapkan segala sesuatu yang menjadi sebab kemunduran prestasi belajar, maka anak bimbing perlu didekati melalui metode sebagai berikut:
1. Wawancara, adalah salah satu cara memperoleh fakta-fakta kejiwaan yang dapat dijadikan bahan pemetaan tentang bagaimana sebenarnya hidup kejiwaan anak bimbing pada saat tertentu yang memerlukan bantuan.
Wawancara baru dapat berjalan dengan baik bilamana memenuhi persyaratan sebagai berikut:
  1. Pembimbing harus berkomunikatif dengan anak bimbing.
  2. Pembimbing harus dapat dipercayai oleh anak bimbing sebagai pelindung.
  3. Pembimbing harus dapat menciptakan situasi dan kondisi yang memberikan perasaan damai dan aman serta santai kepada anak bimbing.
  4. Pembimbing harus dapat memberikan pertanyaan-pertanyaan yang tidak menyinggung perasaan anak bimbing.
  5. Pembimbing harus dapat menunjukkan i’tikad baiknya dalam menolong anak bimbing mengatasi segala kesulitan yang sedang dihadapi.
  6. Masalah-masalah yang ditanyakan oleh pembimbing harus benar-benar mengenai sasaran (to the point) yang ingin diketahui.
2. Segala fakta yang diperoleh dari anak bimbing dicatat secara teraturdan rapi didalam buku catatan (cumulative records) untuk anak bimbing yang bersangkutan serta disimpan baik-baik sebagai file (dokumen penting). Pada saat dibutuhkan, catatan pribadi tersebut dianalisis dan diidentifikasi untuk bahan pertimbangan tentang metode apakah yang lebih tepat bagi bantuan yang harus diberikan kepadanya.
3. Metode Group-guidance (bimbingan kalompok) Bilamana metode interview atau wawancara merupakan cara pemahaman tentang keadaan anak bimbing secara individual (pribadi), maka bimbingan kelompok adalah sebaliknya, yaitu cara pengungkapan jiwa/batin serta pembinaannya melalui kegiatan kelompok, seperti ceramah, diskusi, seminar, simposium, atau dinamika kelompok (group dynamics), dan sebagainya.
Metode baru dapat berjalan dengan baik bilamana memenuhi persyaratan sebagai berikut:
  1. Berlangsung ditempat yang cukup tenang, jauh dari gangguan apapun, sebaiknya tempat tersebut memiliki ventilasi udara dan cahaya sinar matahari atau lampu.
  2. Kelompok tidak terlalu besar, sebaiknya jangan lebih dari 13 orang.
  3. Secara periodik perlu diisi dengan ceramah-ceramah tentang topik-topik masalah yang berkaitan dengan pengembangan karier, pekerjaan, danjabatan-jabatan yang tersedia.
  4. Sebelum melaksanakan bimbingan kelompok, hendaknya pembimbing agama mengadakan musyawarah dengan anaqk bimbing tentang kegiatan yang sangat penting dan diperlukan oleh mereka hendaknya mereka yang menjadi penanggung jawab/penyelenggaranya.
  5. Mengikutsertakan staf administratif, staf guru, guru kelas, wali kelas dan sebagainya, yang disetujui oleh kepala sekolah.
  6. Waktu yang disediakan jangan terlalu sempit, sekurang-kurangynya 2 jam pelajaran.
4. Metode Nondirektif (cara yang tidak mengarahkan), Cara lain untuk mengungkapkan segala perasaan dan pikiran yang tertekan sehingga menjadi penghambat kemajuan belajar anak bombing adalah metode nondirektif. Metode ini dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu:
  1. Client centered, yaitu cara pengungkapan tekana batin yang dirasakan menjadi penghambat anak bimbing dalam belajar dengan sistem pancingan yang berupa satu-dua pertanyaan yang terarah.
  2. Metode direktif yaitu cara pengungkapan tekanan perasaan yang menghambat perkembangan belajar dengan mengkorek sampai tuntas perasaan yang menyebabkan hambatan dan ketegangan, dengan cara client centered yang diperdalam dalam pertanyaan yang motifatif dan persuasif (meyakinkan) untuk mengingat-ingat, serta didorong untuk berani mengungkap perasaan tertekan sampai keakar-akarnya.
5. Metode Psikoanalitis (penganalisaan psikis), metode ini berasal dari teori psiko-analisa Freud yang digunakan untuk mengungkapkan segala tekanan perasaan, terutama perasaan yang tidak didasari. Menurut teori ini, manusia yang senantiasa mengalami kegagalan usaha dalam mengejar cita-cita atau keinginan, menyebabkan timbulnya perasaan tertekan yang makin lama makin membengkak. Untuk memperoleh data-data tentang jiwa tertekan bagi penyembuhan klien tersebut, diperlukan metode psikoanalisis yang menganalisis gejala tingkah laku yang serba salah dengan menitik beratkan pada perhatian berulang-ulang.
Adapun tentang mimpi, Freud, menyebutkan sebagai Via Regia yaitu jalan raya yang dapat memberikan petunjuk tentang rahasia pribadi pemimpi yang bersangkutan. Sebaiknya soal mimpi tidak perlu kita gunakan untuk menganalisis jiwa klien.
6. Metode Direktif (Metode yang bersifat mengarahkan), metode ini lebih bersifat mengarahkan kepada anak bimbing untuk berusaha menghadapi kesulitan (problema) yang dihadapi. Pengarahan yang diberikan kepada anak bombing ialah dengan memberikan secara langsung jawaban-jawaban terhadap permasalahan yang menjadi sumber kesulitan yang dihadapi/dialami anak bombing. Metode ini selain dipakai oleh para konselor pendidikan atau konselor agama juga banyak digunakan oleh para dokter umum, dokter jiwa (psycheater), penyuluh sosial.
7. Metode lainnya yang berkaitan dengan sikap sosial dalam hubungannya dengan pergaulan anak bimbing sering dipakai metode sosiometri, yaitu suatu cara yang dipergunakan untuk mengetahui kedudukan anak bimbing dalam berhubungan kelompok.
D. Konseling dengan pendekatan Religio-Psychotherapy
Konseling agama atau di Barat disebut Pastoral cuonseling , yang bertujuan pokok untuk memberikan bantuan pemecahan problema kehidupan anak bombing secara individual, dengan melalui proses pencerahan batin lewat potensi keimanan yang semakin kuat berpengaruh dalam pribadi, sesuai dengan agama yang dianut anak bombing pada hakikatnya tidak juga terlepas dari psikoterapi yaitu terapi yang didasarka pada pendekatan keagamaan individual yang bersangkutan. Sebagaimana pengalaman seorang ahli penyakit jiwa atau saraf, Dr. Carl Gustav Jung, dari Swiss, menunjukkan bukti bahwa penyakit pasiennya yang berusia 35 tahun ke atas baru dapat disembuhkan bila mereka dapat menemukan jalan keluar melalui penemuan kembali keimanannya sesuai ajaran agama yang dianut.Dr.Jung menerapkan psikoterapi berdasarkan pendekatan agama yang kemudian dikenal dengan “ Religio-psychotherapy” yaitu penyembuhan penyakit melalui hidup kejiwaan yang didasari dengan nilaki keagamaan.
Beberapa ahli kedokteran jiwa meyakini bahwa penyembuhan penyakit pasien dapat dilakukan lebih cepat jika digunakan metode pendekatan keagamaan, yaitu dengan membangkitkan rasa keimanan kepada Tuhan lalu menggerakkannya kea rah pencerahan batinnya yang pada akhirnya menimbulkan kepercayaan diri bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa adalah satu-satunya kekuatan penyembuh penyakit yang diderita. Dalam agama Islam terdapat beberapa ayal Al-Quran yang menunjukkan bahwa Tuhan membuat seseorang menderita sakit dan Dialah yang menyembuhkannya ( seperti ucapan Nabi Yahya yang menyatakan :” jika aku sakit maka Dialah yang menyembuhkannya. “ )( Qs As-Syu’aro:80 ). Dan juga sabda Nabi SAW yang menyatakan : “ Alloh tidaklah menurunkan suatu penyakit, melainkan Dia juga menurunkan obat penyembuhnya.” Juga Alloh menyebutkan dalam kitab suci Al-Quran bahwa Alloh tidak menurunkan Al-Quran melainkan untuk menjadi obat penyhembuh bagi orang mukmin antara lain seperti firman Alloh SWT, : “Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian belaka .”Qs. Al-isra:82.
Dalam kasus Nabi Muhammad sendiri yang pernah disihir oleh orang kafir, dapat disembuhkan dengan membaca surat Al-Falaq. Dengan demikian jika dilihat dari peristiwa sejarah pada masa Nabi, sistem penyembuhan ( healing ) terhadap penyakit psikosomatis, dilakukan dengan religio-psikoterapi meskipun saat itu belum didasari dengan sistem pendekatan disiplin ilmu, namun hanya berdasarkan petunjuk wahyu Tuhan semata-mata. Faktor keyakinan pribadi yang berupa iman tersebut dapat berfungsi sebagai sumber kekuatan penyembuh terhadap penyakit rohaniah pada khususnya.
Pengalaman Dr. Leslie Wetherhead, juga menunjukkan bukti bahwa terdapat hubungan sebab akibat antara penyakit jiwa dengan hilangnya makna nilai-nilai keagamaan dari dalam diri manusia. Buku karangannya yang berjudul Psychology, Religion and Healing menceritakan tentang pengalaman-pengalaman tersebut. Begitu pula Dr.H.C Link mendapatkan bukti-bukti sama dan pengalamannya ditulis dalam buku yang berjudul “ The Return to Religion”. Penerapan religio-psychotherapy untuk menyembuhkan penyakit jiwa oleh Dr. Norman Vincent Peale dari Amerika Serikat, juga terbukti efektif. Ia menuliskan pengalamannya dalam buku karangannya yang berjudul “ The Power of Positive Thinking”. Di Florida, Amerika Serikat ada sebuah Lembaga Penelitian tentang penyembuhan penyakit jiwa melalui daya pengaruh bacaan Al-Quran dalam berbagai kasus penelitian atau percobaan yang terdiri dari kelompok percobaan seperti kelompok (percobaan) yang terdiri dari orang-orang yang mengerti bahasa Al-Quran dan kelompok (percobaan) yang tidak mengerti makna ayat-ayat Al-Quran yang harus mendengarkan bacaan al-Quran. Ternyata bagi kelompok pertama, dapat memperoleh kesembuhan secara bertahap. Bagi kelompok kedua juga memperoleh kesembuhan yang kurang intensitasnya di banding dengan kelompok pertama yang dapat memahami isi bacaan ayat-ayat Al-Quran.
SIMPULAN
Konseling agama ialah usaha pemberian bantuan kepada seseorang yang mengalami kesulitan baik lahiriah maupun batiniah yang menyangkut kehidupannya di masa kini dan di masa mendatang. Bantuan tersebut berupa pertolongan di bidang mental dan spiritual, agar orang yang bersangkutan mampu mengatasinya dengan kemampuan yang ada pada dirinya sendiri maupun dorongan dari kekuatan iman dan takwa kepada Tuhan. Adapun tujuan dan fungsi dari Konseling Agama diantaranya :
  1. Untuk mengungkapkan kemampuan dasar mental-spiritual dan agama dalam pribadi anak.
  2. Berusaha meletakkan kemampuan mental-spiritual tersebut sebagai benteng pribadi anak.
  3. Berusaha menanamkan sikap dan orientasi kepada hubungan dalam empat arah yaitu dengan Tuhannya, dengan masyarakatnya, dengan alam sekitarnya dan dengan dirinya sendiri.
  4. Berusaha mencerahkan kehidupan batin.
Hakikat manusia dalam pandangan Islam ialah sebagai satu kesatuan yang terdiri dari ruh, jasad dan akal yang saling terikat dan tidak mungkin dipisahkan menjadi beberapa bagian. Sedangkan tujuan manusia hidup di dunia ini adalah untuk beribadah kepada Alloh SWT dengan menta’ati segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Dalam pandangan agama seorang manusia dikatakan mempunyai perilaku bermasalah tatkala manusia melakukan sebuah aktivitas yang bertentangan atau tidak sesuai dengan nilai-nilai agama tersebut yang telah menjadi pegangan hidup.
Ada beberapa metode atau teknik dalam konseling agama diantaranya :
  1. Wawancara
  2. Cumulative record
  3. Metode Group-guidance
  4. Metode Nondirektif
  5. Metode Psikoanalitis
  6. Metode Direktif
  7. Metode Sosiometri
DAFTAR PUSTAKA
  • Arifin H.M dan Kartikawati, Etty, 1996. Materi pokok Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam dan Universitas Terbuka
  • Smith ,Huston, 2008. Agama-agama Manusia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia
  • Al-Kadiri, Marwan, 2004. Keseimbangan antara Kebutuhan akal, jasmani dan rohani.Jakarta : Cendikia
  • Abdulloh, Muhammad Husain,2003. Mafahim Islamiyah . Jakarta Timur: Al-Izzah

konseling lintas budaya

PENGERTIAN BUDAYA
Tokoh pendidikan nasional bapak Ki Haiar Dewantara (1977) memberikan definisi budaya sebagai berikut: Budaya berarti buah budi manusia, adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh yang kuat, yakni alam dan jaman (kodrat dan masyarakat), dalam mana terbukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai bagal rintangan dan kesukaran didalam hidup penghidupannya, guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan, yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.

Pendapat Ki Hajar Dewantara diperkuat oleh Soekanto (1997) dan Ahmadi (1996) yang mengarahkan budaya dari bahasa sanskerta yaitu buddhayah yang merupakan suatu bentuk jamak kata "buddhi" yang berarti budi atau akal. Kebudayaan diartikan sebagai hal hal yang bersangkutan dengan budi atau akal". Lebih ringkas, Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, mendefinisikan kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Dari definisi di atas, tampak bahwa suatu budaya tertentu akan mempengaruhi kehidupan masyarakat tertentu (walau bagaimanapun kecilnya). Dalam pengertian budaya, ada tiga elemen yaitu:

1.    merupakan produk budidaya manusia,
2.    menentukan ciri seseorang,
3.    manusia tidak akan bisa dipisahkan dari budayanya.


PENGERTIAN KONSELING
Konseling merupakan suatu proses untuk membantu individu mengatasi hambatan-hambatan perkembangn dirinya,dan untuk mencapai perkembangan yang optimal kemampuan pribadi yang dimilikinya ,proses tersebuat dapat terjadi setiap waktu. (Division of Conseling Psychologi). Konseling meliputi pemahaman dan hubungan individu untuk mengungkapkan kebutuhan-kebutuhan, motivasi, dan potensi-potensi yang yang unik dari individu dan membantu individu yang bersangkutan untuk mengapresiasikan ketiga hal tersebut. (Berdnard & Fullmer ,1969) Dalam pengertian konseling terdapat empat elemen pokok yaitu:

1.    adanya hubungan,
2.    adanya dua individu atau lebih,
3.    adanya proses,
4.    membantu individu dalam memecahkan masalah dan membuat keputusan.


KONSEP KONSELING LINTAS BUDAYAIsu-isu tentang antar atau lintas budaya yang disebut juga multibudaya meningkat dalam dekade 1960-an, yang selanjutnya melatari kesadaran bangsa Amerika pada dekade 1980-an. Namun, rupanya kesadaran itu disertai dengan kemunculan kembali sikap-sikap rasialis yang memecahbelah secara meningkat pula (Hansen, L. S., 1997:41). Hal ini menjelaskan pandangan, bahwa dibutuhkan pendekatan baru untuk kehidupan pada abad-21, baik yang melingkup pendidikan bagi orang biasa maupun profesional dalam bidang lintas serta keragaman budaya. Pendidikan yang dimaksud hendaknya menegaskan dimensi-dimensi keragaman dan perbedaan. Dengan kata lain, kecenderungan pendidikan yang berwawasan lintas budaya sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia abad-21.

Dalam bidang konseling dan psikologi, pendekatan lintas budaya dipandang sebagai kekuatan keempat setelah pendekatan psikodinamik, behavioral dan humanistik (Paul Pedersen, 1991). Suatu masalah yang berkaitan dengan lintas budaya adalah bahwa orang mengartikannya secara berlain-lainan atau berbeda, yang mempersulit untuk mengetahui maknanya secara pasti atau benar. Dapat dinyatakan, bahwa konseling lintas budaya telah diartikan secara beragam dan berbeda-beda; sebagaimana keragaman dan perbedaan budaya yang memberi artinya.

Definisi-definisi awal tentang lintas budaya cenderung untuk menekankan pada ras, etnisitas, dan sebagainya; sedangkan para teoretisi mutakhir cenderung untuk mendefinisikan lintas budaya terbatas pada variabel-variabelnya (Sue dan Sue, 1990). Namun, argumen-argumen yang lain menyatakan, bahwa lintas budaya harus melingkupi pula seluruh bidang dari kelompok-kelompok yang tertindas, bukan hanya orang kulit berwarna, dikarenakan yang tertindas itu dapat berupa gender, kelas, agama, keterbelakangan, bahasa, orientasi seksual, dan usia (Trickett, Watts, dan Birman, 1994).

Para ahli dan praktisi lintas budaya pun berbeda paham dalam menggunakan pendekatan universal atau etik, yang menekankan inklusivitas, komonalitas atau keuniversalan kelompok-kelompok; atau pendekatan emik (kekhususan-budaya) yang menyoroti karakteristik-karakteristik khas dari populasi-populasi spesifik dan kebutuhan-kebutuhan
konseling khusus mereka. Namun, Fukuyama (1990) yang berpandangan universal pun menegaskan, bahwa pendekatan inklusif disebut pula konseling “transcultural” yang menggunakan pendekatan emik; dikarenakan titik anjak batang tubuh literaturnya menjelaskan karakteristik-karakteristik, nilai-nilai, dan teknik-teknik untuk bekerja
dengan populasi spesifik yang memiliki perbedaan budaya dominan.

Tampaknya konsep konseling lintas budaya yang melingkupi dua pendekatan tersebut dapat dipadukan sebagai berikut. Konseling lintas budaya adalah pelbagai hubungan konseling yang melibatkan para peserta yang berbeda etnik atau kelompok-kelompok minoritas; atau hubungan konseling yang melibatkan konselor dan klien yang secara rasial dan etnik sama, tetapi memiliki perbedaan budaya yang dikarenakan variabelvariabel lain seperti seks, orientasi seksual, faktor sosio-ekonomik, dan usia (Atkinson, Morten, dan Sue, 1989:37).

Konseling lintas budaya melibatkan konselor dan klien yang berasal dari latar belakang budaya yang berbeda, dan karena itu proses konseling sangat rawan oleh terjadinya bias-bias budaya pada pihak konselor yang mengakibatkan konseling tidak berjalan efektif. Agar berjalan efektif, maka konselor dituntut untuk memiliki kepekaan budaya dan melepaskan diri dari bias-bias budaya, mengerti dan dapat mengapresiasi diversitas budaya, dan memiliki keterampilan-keterampilan yang responsif secara
kultural. Dengan demikian, maka konseling dipandang sebagai “perjumpaan budaya” (cultural encounter) antara konselor dan klien (Dedi Supriadi, 2001:6).

Maka konseling lintas budaya akan dapat terjadi jika antara konselor dan klien mempunyai perbedaan. Kita tahu bahwa antara konselor dan klien pasti mempunyai perbedaan budaya yang sangat mendasar. Perbedaan budaya itu bisa mengenai nilai-nilai, keyakinan, perilaku dan lain sebagainya. Perbedaan ini muncul karena antara konselor dan klien berasal dari budaya yang berbeda. Konseling lintas budaya akan dapat terjadi jika konselor kulit putih memberikan layanan konseling kepada klien kulit hitam atau konselor orang Batak memberikan layanan konseling pada klien yang berasal dari Ambon.

Layanan konseling lintas budaya tidak saja terjadi, pada mereka yang berasal dari dua suku bangsa yang berbeda. Tetapi layanan konseling lintas dapat pula muncul pada suatu suku bangsa yang sama. Sebagai contoh, konselor yang berasal dari jawa Timur memberikan layanan konseling pada klien yang berasal dari jawa tengah, mereka sama sama berasal dari suku atau etnis jawa. Tetapi perlu kita ingat, ada perbedaan mendasar antara orang jawa Timur dengan orang Jawa Tengah. Mungkin orang Jawa Timur lebih terlihat "kasar", sedangkan orang jawa Tengah lebih "halus".

Konselor perlu menyadari akan nilai-nilai yang berlaku secara umum. Kesadaran akan nilai-nilai yang berlaku bagi dirinya dan masyarakat pada umumnya akan membuat konselor mempunyai pandangan yang sama tentang sesuatu hal. Persamaan pandangan atau persepsi ini merupakan langkah awal bagi konselor untuk melaksanakan konseling.
Sebagai rangkuman dari apa yang telah dijelaskan di atas, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam kaitannya dengan konseling lintas budaya. Menurut Pedersen (1980) dinyatakan bahwa konseling lintas budaya memiliki tiga elemen yaitu:
  1. konselor dan klien berasal dari latar belakang budaya yang berbeda, dan melakukan konseling dalam latar belakang budaya (tempat) klien;
  2. konselor danklien berasal dari latar belakang budaya yang berbeda, dan melakukan konseling dalamlatar belakang budaya (tempat) konselor; dan
  3. konselor dan klien berasal dari latar belakang budaya yang berbeda, dan melakukankonseling di tempat yang berbeda pula.
Lebih lanjut, menurut Pedersesn, Lonner dan Draguns (dalam Carter, 1991) dinyatakan bahwa beberapa aspek dalam konseling lintas budaya adalah:
  1. latar belakang budaya yang dimiliki oleh konselor,
  2. latar belakang budaya yang diimiliki oleh klien,
  3. asumsi-asumsi terhadap masalah yang akan dihadapi selama konseling, dan
  4. nilai-nilai yang mempengaruhi hubungan konseling, yaitu adanya kesempatan dan hambatan yang berlatar belakang tempat di mana konseling itu dilaksanakan.
  5. Nah, dari uraian diatas, ada beberapa hal yang perlu dipahami, yaitu:
  6. Memahami nilai nilai pribadi serta asumsinya tentang perilaku manusia dan mengenali bahwa tiap manusia berbeda.
  7. Sadar bahwa tidak ada teori yang netral secara politik don moral
  8. Memahami bahwa kekuatan susio-politik akan mempengaruhi dan menajamkan perbedaan budaya dalam kelompok
  9. Dapat berbagi pandangannya tentang dunia klien dan tidak tertutup
  10. Jujur dalam konseling eklektik, mempergunakan keterampilannya daripada kepentingan mereka untuk membedakan pengalaman dan gaya hidup mereka.

Pengertian Manajemen Pendidikan

Manajemen Pendidikan merupakan suatu cabang ilmu yang usianya relatif masih muda sehingga tidaklah aneh apabila banyak yang belum mengenal. Istilah lama yang sering digunakan adalah ‘administrasi’. Untuk memperjelas pengertian manajemen, tampaknya perlu ada penjelasan lain yang lebih bervariasi mengenai makna manajemen.
Manajemen Pendidikan dalam kamus bahasa Belanda-Indonesia disebutkan bahwa istilah manajemen berasal dari “administratie” yang berarti tata-usaha. Dalam pengertian manajemen tersebut, administrasi menunjuk pada pekerjaan tulis-menulis di kantor. Pengertian inilah yang menyebabkan timbulnya contoh-contoh keluhan kelambatan manajemen yang sudah disinggung, karena manajemen dibatasi lingkupnya sebagai pekerjaan tulis-menulis.
Pengertian lain dari “manajemen” berasal dari bahasa Inggris “administration” sebagai “the management of executive affairs”. Dengan batasan pengertian seperti ini maka manajemen disinonimkan dengan “management” suatu pengertian dalam lingkup yang lebih luas (Encyclopedia Americana, 1978, p. 171). Dalam pengertian Manajemen Pendidikan ini, manajemen bukan hanya pengaturan yang terkait dengan pekerjaan tulis-menulis, tetapi pengaturan dalam arti luas.pengertian manajemen pendidikan


Pengertian Manajemen Pendidikan menurut ahli

Pada waktu ini istilah-istilah yang digunakan dalam menunjuk pekerjaan pelayanan kegiatan adalah manajemen, pengelolaan, pengaturan dan sebagainya, yang didefinisikan oleh berbagai ahli secara bermacam-macam. Beberapa pengertian Manajemen Pendidikan yang kiranya ada manfaatnya disadur maknanya atau hanya dikutip dari sumbernya sebagai berikut.
  1. Menurut Leonard D. White, manajemen adalah segenap proses, biasanya terdapat pada semua kelompok baik usaha negara, pemerintah atau swasta, sipil atau militer secara besar-besaran atau secara kecil-kecilan.
  2. Menurut The Liang Gie, manajemen adalah segenap proses penyelenggaraan dalam setiap usaha kerjasama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu.
Selanjutnya untuk memperoleh wawasan yang lebih luas, di sini dikutipkan lagi beberapa pendapat mengenai pengertian manajemen dari sumber-sumber lain sebagai berikut :
  1. Menurut Sondang Palan Siagian, manajemen adalah keseluruhan proses kerjasama antara dua orang atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang ditentukan sebelumnya.
  2. Menurut Pariata Westra, manajemen adalah segenap rangkaian perbuatan penyelenggaraan dalam setiap usaha kerjasama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu.
  3. Dalam kurikulum 1975 yang disebutkan dalam Buku Pedoman Pelaksanaan Kurikulum IIID, baik untuk Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama maupun Sekolah Menengah Atas, manajemen ialah segala usaha bersama untuk mendayagunakan semua sumber-sumber (personil maupun materiil) secara efektif dan efisien guna menunjang tercapainya tujuan pendidikan.
Dari pengertian Manajemen Pendidikan yang terakhir tersebut maka secara eksplisit disebutkan bahwa manajemen sebagaimana yang digunakan secara resmi oleh Departemen Pendidikan Nasional seperti dimuat dalam kurikulum 1975 dan kurikulum kelanjutannya, diarahkan kepada tujuan pendidikan. Lebih luas lagi, apabila ditinjau dari definisi-definisi yang lain, pengertian manajemen tersebut masih dapat diartikan untuk semua jenis kegiatan, yang dapat diambil suatu kesimpulan definisi yaitu :
Manajemen adalah rangkaian segala kegiatan yang menunjuk kepada usaha kerjasama antara dua orang atau lebih untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan.
Definisi lain dari manajemen yang lebih lengkap sebagaimana dikemukakan oleh Mulyani A. Nurhadi adalah sebagai berikut :
Manajemen adalah suatu kegiatan atau rangkaian kegiatan yang berupa proses pengelolaan usaha kerjasama sekelompok manusia yang tergabung dalam organisasi pendidikan, untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya, agar efektif dan efisien.
Dari definisi-definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa di dalam pengertian manajemen selalu menyangkut adanya tiga hal yang merupakan unsur penting, yaitu: (a). usaha kerjasama, (b). oleh dua orang atau lebih, dan (c) untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam pengertian tersebut sudah menunjukkan adanya gerak, yaitu usaha kerjasama, personil yang melakukan, yaitu dua orang atau lebih, dan untuk apa kegiatan dilakukan, yaitu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Tiga unsur tersebut, yaitu gerak, orang, dan arah dari kegiatan, menunjukkan bahwa manajemen terjadi dalam sebuah organisasi, bukan pada kerja tunggal yang dilakukan oleh seorang individu.
Jika pengertian Manajemen Pendidikan ini diterapkan pada usaha pendidikan maka sudah termuat hal-hal yang menjadi objek pengelolaan atau pengaturan. Lebih tepatnya, definisi Manajemen Pendidikan adalah sebagai berikut :
Manajemen Pendidikan adalah rangkaian segala kegiatan yang menunjuk kepada usaha kerjasama dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
Dengan menerapkan definisi tersebut pada usaha pendidikan yang terjadi dalam sebuah organisasi, maka definisi Manajemen Pendidikan selengkapnya adalah sebagai berikut :
Manajemen Pendidikan adalah suatu kegiatan atau rangkaian kegiatan yang berupa proses pengelolaan usaha kerjasama sekelompok manusia yang tergabug dalam organisasi pendidikan, untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya, agar efektif dan efisien.
Lebih lanjut Mulyani A. Nurhadi menekankan adanya ciri-ciri atau pengertian Manajemen Pendidikan yang terkandung dalam definisi tersebut sebagai berikut : (Mulyani A. Nurhadi, 1983, pp. 2-5)
  1. Manajemen merupakan kegiatan atau rangkaian kegiatan yang dilakukan dari, oleh dan bagi manusia.
  2. Rangkaian kegiatan itu merupakan suatu proses pengelolaan dari suatu rangkaian kegiatan pendidikan yang sifatnya kompleks dan unik yang berbeda dengan tujuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya ; tujuan kegiatan pendidikan ini tidak terlepas dari tujuan pendidikan secara umum dan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan oleh suatu bangsa.
  3. Proses pengelolaan itu dilakukan bersama oleh sekelompok manusia yang tergabung dalam suatu organisasi sehingga kegiatannya harus dijaga agar tercipta kondisi kerja yang harmonis tanpa mengorbankan unsur-unsur manusia yang terlibat dalam kegiatan pendidikan itu.
  4. Proses itu dilakukan dalam rangka mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya, yang dalam hal ini meliputi tujuan yang bersifat umum (skala tujuan umum) dan yang diemban oleh tiap-tiap organisasi pendidikan (skala tujuan khusus).
  5. Proses pengelolaan itu dilakukan agar tujuannya dapat dicapai secara efektif dan efisien.
Apa yang dikemukakan oleh Mulyani A. Nurhadi ini cukup lengkap. Tetapi apabila akan dihubungkan dan diintegrasikan dengan definisi manajemen pendidikan yang tertera di dalam Pedoman Kurikulum tahun 1975 Buku IIID perlu ditambahkan adanya usaha bersama untuk mendayagunakan semua sumber-sumber (personil dan materiil). Jika unsur tersebut dimasukkan ke dalam pengertian manajemen pendidikan, bagaimanakah rumusan atau definisinya?

kata-kata romantis

1. When we met,how the bright the sunshines (Saat engkau disampingku,sungguh dunia terasa indah)


2. You are the apple of my eyes (Engkau adalah segalanya bagiku)


3. My world is blue now,I'm without you (Hariku hampa tanpa kehadiranmu)


4. You got only track of mind (Aku tidak bisa berhenti memikirkanmu)


5. Save saturday night for me (Hanya aku satu satunya untukmu)


Kata Kata Cinta Dalam Bahasa Inggris
====================================

Love is trembling happiness.
Cinta adalah kebahagian yang menggetarkan. (*)

Love one another, but make not a bond of love: let it rather be a moving sea between the shores of your souls.
Mencintai satu sama lain, tetapi tidak membuat ikatan cinta: Biarkan ia mengalir menjadi laut yang bergerak antara pantai jiwamu. (*)

True love is love which only for two person, and no place for the
third person
Cinta sejati adalah cinta yang terdiri dari dua orang saja dan tak
ada tempat untuk orang ketiga. (*)

Life without love is like a tree without blossoms or fruit.
Hidup tanpa cinta seperti pohon tanpa bunga-bunga atau buah. (*)

Love possesses not nor will it be possessed, for love is sufficient unto love.
Cinta tidak memiliki dan tidak memiliki, Karena cinta yang cukup kepada cinta. (*)

The course of true love never did run smooth.
Prejalanan cinta sejati tidak pernah berjalan mulus. (*)

As soon go kindle fire with snow, as seek to quench the fire of love with words.
Sebagaimana menyalakan api dengan salju, seperti itulah berusaha untuk memadamkan api cinta dengan kata-kata. (*)

Love which begun with soul flame, often would end with cold and frozen
Cinta yang dimulai dengan api semangat yang membakar, seringkali berakhir dingin
dan beku (*)

Love is too young know that conscience is.
Cinta adalah terlalu muda untuk tahu apa yang hati nurani. (*)

Absence from those we love is self from self- a deadly banishment.
Absen dari orang yang kita cintai adalah absent dari diri kita sendiri-pengasingan yang mematikan. (*)

Love is more kinds, but what is very safe and a eternal is love
which come from the door of sweetheart.
Cinta itu bermacam-macam tapi yang paling aman dan kekal
adalah cinta yang melalui pintu kekasih. (*)

Love is a smoke made with the fume of sighs.
Cinta adalah asap terbuat dengan asap yang mendesah. (*)

Love all, trust a few, do wrong to none.
Cintailah semua, percayailah sedikit orang dan janganlah berbuat salah kepada siapapun. (*)

They do not love that do not show their love.
Mereka tidak mencintai yang tidak menunjukkan cinta mereka. (*)

The lunatic, the lover, and the poet, are of imagination all compact.
Orang gila, pecinta dan penyair adalah imajinasi yang sama.

The love of heaven makes one heavenly.
Cinta surga membuat seseoang menjadi surgawi. (*)

Speak low, if you speak love.
Bicaralah dengan rendah, jika engkau berbicara cinta. (*)

Parting is such sweet sorrow.
Perpisahan adalah kesedihan yang manis. (*)

Love make the weak man become strong and the strong man become weak
Cinta membuat orang lemah menjadi kuat dan orang kuat menjadi lemah (*)

The true love suddenly broken, not only but like the old man
who has lost the stick
Cinta sejati yang tiba-tiba putus laksana orangtua kehilangan tongkat (*)

Many good hanging prevents a bad marriage.
Banyak hubungan baik yang menggantung mencegah perkawinan yang buruk. (*)

Let every eye negotiate for it self and trust no agent.
Biarkan setiap mata berunding untuk dirinya sendiri dan janganlah percaya kepada siapapun. (*)

If music be the food of love, play on.
Bermainlah, jika musik adalah makanan cinta. (*)

Of life’s two chief prizes, beauty and truth I found the first in a loving heart and the second in a laborer’s hand.
Kehidupan adalah dua hadiah utama keindahan dan kebenaran aku menemukan cinta pertama dalam hati dan yang kedua di tangan buruh. (*)

If you love somebody, let them go, for if they return, they were always yours.
Jika engkau mencintai seseorang, biarkan mereka pergi, karena jika mereka kembali mereka selalu milikmu. (*)

If you cannot work with love but only with distaste, it is better that you should leave your work.
Jika engkau tidak bisa bekerja dengan cinta tetapi hanya dengan kebencian, lebih baik engkau tingggalkan pekerjaanmu. (*)

kata-kata cinta

Kata Kata Mutiara Cinta Bahasa Inggris

  1. "Love is the master key that opens the gates of happiness"
  2. "Love doesn't make the world go round, love is what makes the ride worthwhile"
  3. " When you are in Love you can't fall asleep because reality is better than your dreams"
  4. "So dear I love him that with him, All deaths I could endure Without him, live no life"
  5. "A simple I love you means more than money"
  6. "How delicious is the winning of a kiss at love's beginning"
  7. "One word frees us of all the weight and pain in life That word is Love"
  8. "There is no remedy for love but to love more"
  9. "If I had a flower for every time I thought of you, I could walk in my garden forever"
  10. "All love is sweet, given or returned"
  11. "One million reasons to hate me, one million reasons to love me, pick one"
  12. "Id rather have bad times with you, then good times with someone else"
  13. "It's the little things you do that makes me love you "
  14. "Truth is, you don't NEED a boyfriend to be happy But for some reason, some of us think we do"
  15. "A womans heart is a deep ocean full of secrets"
  16. "My lips won't stop talking about you, they tell me they miss your lips more than i do"
  17. "Love is sharing your happiness with your partner and as well the sadness"
  18. "You're in love That makes you actually kind of boring to people who aren't in love"
  19. "Love makes the time pass Time makes love pass"
  20. "To live is like love, all reason is against it, and all healthy instinct for it"
  21. "Love me without fear Trust me without questioning Need me without demanding Want me without restricting Accept me without change Desire me without inhibitions For a love so freewill never fly away"
  22. "My night has become a sunny dawn because of you"
  23. "In dreams and in love there are no impossibilities"
  24. "Love is composed of a single soul inhabiting two bodies"
  25. "Your words are my food, your breath my wine You are everything to me"
  26. "I love you, not only for what you are, But for what I am when I am with you"
  27. "Thou art to me a delicious torment" -Ralph Waldo Emerson
  28. "I love her and that's the beginning of everything" -F Scott Fitzgerald"
  29. "Two souls with but a single thought, two hearts that beat as one"
  30. "The best and most beautiful things in the world cannot be seen or even touched They must be felt with the heart"
  31. "Make me immortal with a kiss" -Christopher Marlowe
  32. "There is only one happiness in life, to love and be loved" -George Sand
  33. "Love is friendship set on fire"
  34. "Somewhere there's someone who dreams of your smile"
  35. "To be your friend was all I ever wanted; to be your lover was all I ever dreamed"
  36. "If you love me only in my dreams, let me be asleep forever"
  37. "Kiss me and you will see stars; love me and I will give them to you"
  38. "Love is a dream that comes alive when we meet"
  39. Love is something eternal; the aspect may change, but not the essense"
  40. "Harmony is pure love, for love is a concerto"
  41. "Here are fruits, flowers, leaves, and branches, And here is my heart which beats only for you"
  42. "When a heart finds another, what's a cloud more or less in the sky?"
  43. "True love begins when nothing is looked for in return"
  44. "Being deeply loved by someone gives you strength, while loving someone deeply gives you courage"
  45. "True love is eternal, infinite, and always like itself It is equal and pure, without violent demonstrations: it is seen with white hairs and is always young in the heart"
  46. "Love is like a violin The music may stop now and then, but the strings remain forever"
  47. "To love someone who does not love you, is like shaking a tree to make the dew drops fall"
  48. "The hunger for love is much more difficult to remove than the hunger for bread"
  49. "At the touch of love, everyone becomes a poet"
  50. "Love is not getting, but giving, not a wild dream of pleasure, and madness of desire  it is goodness, and honor, and peace and pure living"
  51. "Love can cure heartbreaks, misfortune, or tragedy It is the eternal companion"
  52. "I love you not as something private and personal, which is my own, but as something universal and worthy of love which I have found"
  53. "Put love first Entertain thoughts that give life And when a thought or resentment, or hurt, or fear comes your way, have another thought that is more powerful"
  54. "One does not fall into love; one grows into love, and love grows in him/her"
  55. "Love is the master key which opens the gates of happiness"
  56. "True love does not come by finding the perfect person, but by learning to see an imperfect person perfectly"
  57. "The most precious possession that ever comes to a man in this world is a woman's heart"
  58. "Love is always open arms If you close your arms about love you will find that you are left holding only yourself"
  59. "Love is an act of endless forgiveness A tender look which becomes a habit"
  60. "Love grows by giving The love we give away is the only love we keep The only way to retain love is to give it away"
  61. "The most powerful symptom of love is a tenderness which becomes at times almost insupportable"
  62. "In dreams and in love there are no impossibilities"
  63. "Love withers with predictability; its very essence is surprise and amazement To make love a prisoner of the mundane is to take its passion and lose it forever"
  64. "A man falls in love through his eyes, a woman through her ears"
  65. "Come live in my heart, and pay no rent"
  66. "A goal, a love and a dream give you total control over your body and your life"
  67. "The most eloquent silence; that of two mouths meeting in a kiss"
  68. "Love cannot endure indifference It needs to be wanted Like a lamp, it needs to be fed out of the oil of another's heart, or its flame burns low"
  69. "Since love grows within you, so beauty grows For love is the beauty of the soul"
  70. "What the heart gives away is never gone  It is kept in the hearts of others"
  71. "Paradise is always where love dwells"
  72. "Love is a fruit in season at all times, and within the reach of every hand"
  73. "Love me without fear. Trust me without questioning. Need me without demanding. Want me without restrictions. Accept me without change. Desire me without inhibitions. For a love so free. Will never fly away"
  74. "If I know what love is, It is because of you"
  75. "You may only be one person to the world But you may also be the world to one person"
  76. "The greatest healing therapy is friendship and love"
  77. "True love doesn't have a happy ending: True love doesn't have an ending"
  78. "Love is not a matter of counting the years But making the years count"
  79. "Only love let's us see normal things In an extraordinary way"
  80. "Love asks me no questions, And gives me endless support"
  81. "Love is like a rumor, Everyone talks about it, But no one truly knows"
  82. "Love is like swallowing hot chocolate. Before it has cooled off. It takes you by surprise at first, But keeps you warm for a long time"
  83. "Love is a haunting melody. That I have never mastered. And I fear I never will"
  84. "A fool in love makes no sense to me. I only think you are a fool. If you do not love"
  85. "One word frees us Of all the weight and pain in life, That word is Love"
  86. "I have learned not to worry about love; But to honor its coming with all my heart"
  87. "Did my heart love till now? For swear it sight, For I ne'er saw true beauty till this night"
  88. "True love cannot be found where it truly does not exist, Nor can it be hidden where it truly does"
  89. "I love thee, I love but thee. With a love that shall not die. Till the sun grows cold. And the stars grow old"
  90. "Love is like war, Easy to begin but hard to end"
  91. "I love you - those three words have my life in them"
  92. "When you love someone, all your saved-up wishes start coming out"
  93. "Soul meets soul on lover's lips"
  94. "The best and most beautiful things in this world cannot be seen or even heard, but must be felt with the heart"
  95. "But true love is a durable fire,. In the mind ever burning,. Never sick, never old, never dead,. From itself never turning"
  96. "You love simply because you cannot help it"
  97. "The greatest healing therapy is friendship and love"
  98. "Since love grows within you, so beauty grows For love is the beauty of the soul"
  99. "My love for you is a journey; Starting at forever, And ending at never"
  100. "Love: a temporary insanity, curable by marriage"

kata-kata bijak

Rasa takut hanya akan membuatmu lemah dan kehilangan kepercayaan diri, hadapilah rasa takut itu dan truslah melangkah.

Agar terhindar dari menyakiti orang lain jagalah ucapan dan sikap kita shingga persahabatan tetap erat.

Terkadang kmu harus mnutup pintu hati sementara untuk skedar meyakinkan dirimu bahwa hanya iya yg tepat boleh membukanya.

Jangan tergesa-gesa dalam melakukan sesuatu fokus saja dng rencana yg sudah kamu buat sesuai prioritasnya.

Ada saatnya kita cicara, ada saatnya kita mendengar, kita bicara agar orang lain dapat mengerti, kita mendengar agar kita bisa memahami.

Perbuatan salah adalah biasa bagi manusia, tapi perbuatan pura-pura itulah sbenarnya yg mnimbulkan permusuhan dan penghianatan.

kamu tak akan bisa mengubah keslahan kmarin, tapi kamu akan bisa memulai yg baru dng cermin kesalahan kmarin

Temukan kebahagiaan hari ini dng bersyukur dari hal" kecil yg akan mnuntun km esok meraih hal" besar

Terkadang kata2 yg kita ucapkan akan memberi bekas mendalam di hati dan slalu di ingat, brusahan untuk berkata yg baik.

Atas setiap masalah-masalah yang dihadapkan dengan doa, akan selalu ada jalan keluar yang tak terduga-duga.

Bersyukurlah jika kau sudah di titik terendah dalam hidup, karena tidak ada pilihan lain selain menuju titik tertinggi.

Derita masa lalu-mu itu terlalu jauh untuk menyentuhmu hari ini, tapi pengulangan kenangan dan rasa sakitnya-lah yang bisa melemahkanmu.

Jika dia menyakitimu, tetap doakan dia. Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan krn kamu bukan penjahat.

Seseorang akan lebih berarti dalam hidupmu bila ia tidak hanya memberikan kasih sayang tapi juga kekuatan mengubahmu menjadi baik.

Berlakulah baik, agar segera terlihat apakah dia jiwa baik yang disiapkan oleh Tuhanmu, atau orang palsu yang harus kau tinggalkan

Tugas Guru Pembimbing

Tugas Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor
Guru bimbingan dan konseling/konselor memiliki tugas, tanggungjawab, wewenang dalam pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling terhadap peserta didik. Tugas guru bimbingan dan konseling/konselor terkait dengan pengembangan diri peserta didik yang sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, dan kepribadian peserta didik di sekolah/madrasah.

Tugas guru bimbingan dan konseling/konselor yaitu membantu peserta didik dalam:
  1. Pengembangan kehidupan pribadi, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami, menilai bakat dan minat.
  2. Pengembangan kehidupan sosial, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial dan industrial yang harmonis, dinamis, berkeadilan dan bermartabat.
  3. Pengembangan kemampuan belajar, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar untuk mengikuti pendidikan sekolah/madrasah secara mandiri.
  4. Pengembangan karir, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi, serta memilih dan mengambil keputusan karir.
Jenis layanan adalah sebagai berikut:
  1. Layanan orientasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah/ madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari, untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru.
  2. Layanan informasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri, sosial, belajar, karir/jabatan, dan pendidikan lanjutan.
  3. Layanan penempatan dan penyaluran, yaitu layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas, kelompok belajar, jurusan/program studi, program latihan, magang, dan kegiatan ekstra kurikuler.
  4. Layanan penguasaan konten, yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu, terutama kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah/madrasah, keluarga, industri dan masyarakat.
  5. Layanan konseling perorangan, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya.
  6. Layanan bimbingan kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan hubungan sosial, kegiatan belajar, karir/jabatan, dan pengambilan keputusan, serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok.
  7. Layanan konseling kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok.
  8. Layanan konsultasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik
  9. Layanan mediasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antar mereka.
Kegiatan-kegiatan tersebut didukung oleh:
  1. Aplikasi instrumentasi, yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik dan lingkungannya, melalui aplikasi berbagai instrumen, baik tes maupun nontes.
  2. Himpunan data, yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik, yang diselenggarakan secara berkelanjutan, sistematis, komprehensif, terpadu dan bersifat rahasia.
  3. Konferensi kasus, yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik, yang bersifat terbatas dan tertutup.
  4. Kunjungan rumah, yaitu kegiatan memperoleh data, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik melalui pertemuan dengan orang tua atau keluarganya.
  5. Tampilan kepustakaan, yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang dapat digunakan peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan sosial, kegiatan belajar, dan karir/jabatan.
  6. Alih tangan kasus, yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah peserta didik ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya.
Beban Kerja Minimum Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor
Beban kerja guru bimbingan dan konseling/konselor adalah mengampu bimbingan dan konseling paling sedikit 150 (seratus lima puluh) peserta didik dan paling banyak 250 (dua ratus lima puluh) peserta didik per tahun pada satu atau lebih satuan pendidikan yang dilaksanakan dalam bentuk layanan tatap muka terjadwal di kelas untuk layanan klasikal dan/atau di luar kelas untuk layanan perorangan atau kelompok bagi yang dianggap perlu dan yang memerlukan. Sedangkan beban kerja guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah membimbing 40 (empat puluh) peserta didik dan guru yang diberi tugas tambahan sebagai wakil kepala sekolah/madrasah membimbing 80 (delapan puluh) peserta
B. Tugas Pengawas Bimbingan dan Konseling
Lingkup kerja pengawas bimbingan dan konseling untuk melaksanakan tugas pokok diatur sebagai berikut:
  1. Ekuivalensi kegiatan kerja pengawas bimbingan dan konseling terhadap 24 (dua puluh empat) jam tatap muka menggunakan pendekatan jumlah guru yang dibina di satu atau beberapa sekolah pada jenjang pendidikan yang sama atau jenjang pendidikan yang berbeda.
  2. Jumlah guru yang harus dibina untuk pengawas bimbingan dan konseling paling sedikit 40 (empat puluh) dan paling banyak 60 guru BK.
  3. Uraian lingkup kerja pengawas bimbingan dan konseling adalah sebagai berikut.
a. Penyusunan Program Pengawasan Bimbingan dan Konseling
  • Setiap pengawas baik secara berkelompok maupun secara perorangan wajib menyusun rencana program pengawasan. Program pengawasan terdiri atas (1) program pengawasan tahunan, (2) program pengawasan semester, dan (3) rencana kepengawasan akademik (RKA).
  • Program pengawasan tahunan pengawas disusun oleh kelompok pengawas di kabupaten/kota melalui diskusi terprogram. Kegiatan penyusunan program tahunan ini diperkirakan berlangsung selama 1 (satu) minggu.
  • Program pengawasan semester adalah perencanaan teknis operasional kegiatan yang dilakukan oleh setiap pengawas pada setiap sekolah tempat guru binaannya berada. Program tersebut disusun sebagai penjabaran atas program pengawasan tahunan di tingkat kabupaten/kota. Kegiatan penyusunan program semester oleh setiap pengawas ini diperkirakan berlangsung selama 1 (satu) minggu.
  • Rencana Kepengawasan Bimbingan dan Konseling (RKBK) merupakan penjabaran dari program semester yang lebih rinci dan sistematis sesuai dengan aspek/masalah prioritas yang harus segera dilakukan kegiatan supervisi. Penyusunan RKBK ini diperkirakan berlangsung 1 (satu) minggu.
  • Program tahunan, program semester, dan RKBK sekurang-kurangnya memuat aspek/masalah, tujuan, indikator keberhasilan, strategi/metode kerja (teknik supervisi), skenario kegiatan, sumberdaya yang diperlukan, penilaian dan instrumen pengawasan.
b. Melaksanakan Pembinaan, Pemantauan dan Penilaian
  • Kegiatan supervisi bimbingan dan konseling meliputi pembinaan dan pemantauan pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah merupakan kegiatan dimana terjadi interaksi langsung antara pengawas dengan guru binaanya,
  • Melaksanakan penilaian adalah menilai kinerja guru dalam merencanakan, melaksanakan dan menilai proses pembimbingan.
  • Kegiatan ini dilakukan di sekolah binaan, sesuai dengan uraian kegiatan dan jadwal yang tercantum dalam RKBK yang telah disusun.
c. Menyusun Laporan Pelaksanaan Program Pengawasan
  • Setiap pengawas membuat laporan dalam bentuk laporan per sekolah dari seluruh sekolah binaan. Laporan ini lebih ditekankan kepada pencapaian tujuan dari setiap butir kegiatan pengawasan sekolah yang telah dilaksanakan pada setiap sekolah binaan,
  • Penyusunan laporan oleh pengawas merupakan upaya untuk mengkomunikasikan hasil kegiatan atau keterlaksanaan program yang telah direncanakan,
  • Menyusun laporan pelaksanaan program pengawasan dilakukan oleh setiap pengawas sekolah dengan segera setelah melaksanakan pembinaan, pemantauan atau penilaian.
d. Melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesionalitas guru BK.
  • Kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesionalitas guru BK dilaksanakan paling sedikit 3 (tiga) kali dalam satu semester secara berkelompok di Musyawarah Guru Pembimbing (MGP).
  • Kegiatan dilaksanakan terjadwal baik waktu maupun jumlah jam yang diperlukan untuk setiap kegiatan sesuai dengan tema atau jenis keterampilan dan kompetensi yang akan ditingkatkan.
  • Dalam pelatihan diperkenalkan kepada guru cara­-cara baru yang lebih sesuai dalam melaksanakan suatu proses pembimbingan. Kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesionalitas guru BK ini dapat dilakukan melalui workshop, seminar, observasi, individual dan group conference.