A.
APAKAH
YANG DI MAKSUD KEPRIBADIAN ?
1.
Tinjauan
secara Etimologis
Istilah
kepribadian dalam bahasa Inggris dinyatakan dengan personality. Istilah ini
berasal dari bahasa Yunani, yaitu persona, yang berarti topeng/masker
dan personare, yang artinya menembus.
Istilah topeng berkenaan dengan salah satu atribut yang dipakai oleh para
pemain sandiwara pada jaman Yunani kuno. Dengan topeng yang dikenakan dan diperkuat
dengan gerak-gerik dan apa yang diucapkan, karakter dari tokoh yang diperankan
tersebut dapat menembus keluar, dalam arti dapat dipahami oleh para penonton.
Dari
sejarah pengertian kata personality tersebut, kata persona yang semua berarti
topeng, kemudian diartikan sebagai pemaiannya sendiri, yang memainkan peranan
seperti digambarkan dalam topeng tersebut. Dan sekarang ini istilah personality
oleh para ahli dipakai untuk menunjukkan suatu atribut tentang individu, atau
untuk menggambarkan apa, mengapa, dan bagaimana tingkah laku manusia.
2.
Definisi-definisi
Kepribadian
Banyak
ahli yang telah merumuskan definisi kepribadian berdasarkan paradigma yang
mereka yakini dan focus analisis dari teori yang mereka kembangkan. Dengan
demikian akan dijumpai banyak variasi definisi sebanyak ahli yang
merumuskannya. Berikut ini dikemukakan beberapa ahli yang definisinya dapat
dipakai acuan dalam mempelajari kepribadian. Definisi Kepribadian David Krech dan Richard S.
Crutchfield dalam bukunya yang berjudul Elelemnts of Psychology merumuskan
definsi kepribadian sebagai berikut : “Personality is the integration of
all of an individual’s characteristics into a unique organization that
determines, and is modified by, his attemps at adaption to his continually
changing environment.” (Kepribadian adalah integrasi dari semua
karakteristik individu ke dalam suatu kesatuan yang unik yang menentukan, dan
yang dimodifikasi oleh usaha-usahanya dalam menyesuaikan diri terhadap
lingkungan yang berubah terus-menerus)
Adolf
Heuken S.J. dkk. menyatakan “Kepribadian
adalah pola menyeluruh semua kemampuan, perbuatan serta kebiasaan seseorang,
baik yang jasmani,mental, rohani, emosional maupun yang sosial. Semuanya ini telah
ditatanya dalam caranya yang khas di bawah beraneka pengaruh dari luar. Pola ini
terwujud dalam tingkah lakunya,dalam usahanya menjadi manusia sebagaimana dikehendakinya”.
Sedangkan
G. Allport menyatakan Kepribadian adalah organisasi-organisasi dinamis dari
sistem-sistem psikofisik dalam individu yang turut menentukan cara-caranya yang
unik/khas dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Organisasi dinamis” menunjukkan suatu
integrasi atau saling keterkaitan dari berbagai aspek kepribadian. Kepribadian
merupakan sesuatu yang terorganisasi dan terpola. Bagaimanapun, kepribadian bukan
suatu organisasi yang statis, melainkan secara teratur tumbuh dan mengalami
perubahan. Istilah ”psikofisik” menekankan pentingnya aspek psikologis dan
fisik dari kepribadian. Kata ”menentukan” dalam definisi kepribadian
menunjukkan bahwa kepribadian ”merupakan sesuatu dan melakukan sesuatu”.
Kepribadian bukanlah topeng yang secara tetap dikenakan seseorang; dan juga
bukan perilaku sederhana. Kepribadian menunjuk orang di balik perilakunya atau
organisme di balik tindakannya. Dengan kata ”karakteristik” Allport ingin
menunjukkan sesuatu yang unik atau individual. Kepribadian seseorang bersifat
unik, tidak dapat diduplikasi (ditiru) oleh siapa pun. Kata ”perilaku dan
pikiran” secara sederhana menunjuk pada sesuatu yang dilakukan oleh seseorang,
baik perilaku internal (pikiran-pikiran) maupun perilaku-perilaku eksternal
seperti berkata-kata atau tindakan. Berdasarkan penjelasan Allport tersebut
kita dapat melihat bahwa kepribadian sebagai suatu organisasi (berbagai aspek
psikis dan fisik) yang merupakan suatu struktur dan sekaligus proses. Jadi,
kepribadian merupakan sesuatu yang dapat berubah. Secara eksplisit Allport
menyebutkan, kepribadian secara teratur tumbuh dan mengalami perubahan. Meskipun
mengalami perubahan, kepribadian merupakan karakteristik yang relatif stabil.
Hal ini sesuai penjelasan Allport bahwa kepribadian merupakan sesuatu yang
terorganisasi dan terpola. Pandangan orang secara umum mengenai kepribadian
sebagai sesuatu yang ajeg, konsisten, dan tidak berubah, tidak sepenuhnya
salah. Namun, perlu diingat bahwa keadaan yang relatif stabil itu juga
mengalami pertumbuhan dan perubahan.
bagus bacaanya dapat menambah pengetahuan saya.
BalasHapussetiap orang itu unik
BalasHapuskepribadian yg kurng baik perlu dirubah :)
BalasHapuspribadi org tu beda2 ga da yg tau...
BalasHapus